Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Sejarah Maulid Nabi
Menurut sejarah, perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said Al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak. Pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193 M) yang bertujuan untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan meningkatkan semangat umat muslim saat itu untuk memerangi pasukan kristen dalam mempertahankan Kota Yerusalem.
Dalam sejarah yang lainnya juga disebutkan bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad sudah dilakukan sejak tahun kedua hijriyah oleh umat muslim. Dalam catatan tersebut juga menjelaskan bahwa seorang bernama Khaizuran (170 H/786 M) yang merupakan ibu Musa al-Hadi dan al-Rasyid datang ke Madinah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad di Masjid Nabawi. Dari Madinah, Khaizuran kemudian datang ke Makkah dan melakukan perintah yang sama kepada penduduk Makkah untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad.
Di Madinah perayaan maulid nabi bertempat di masjid, sedangkan penduduk Makkah merayakan Maulid di rumah-rumah mereka. Pada masa itu Khaizuran mampu menggerakkan masyarakat muslim di Arab, Khaizuran merupakan sosok berpengaruh selama masa pemerintahan tiga khalifah Dinasti Abbasiyah, yaitu pada masa Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas (suami), Khalifah al-Hadi dan Khalifah al-Rasyid (putra). Hal ini dilakukan oleh Khaizuran agar teladan, ajaran, dan kepemimpinan mulia Nabi Muhammad bisa terus menginspirasi warga Arab dan umat Islam pada umumnya.
Khaizuran juga merupakan salah satu sosok yang mempunyai perhatian besar terhadap Nabi Muhammad beserta situs-situs sejarah peninggalan nabi. Termasuk memprakarsai penghormatan terhadap kelahiran Rasulullah SAW pada masa itu.
Komentar
Posting Komentar